Aneka Olahan Singkong


 

Singkong  juga dikenal dengan sebutan ketela atau ubi kayu, adalah pohon tahunan tropika dan subtropika dari keluarga Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran. Merupakan umbi atau akar pohon yang panjang dengan fisik rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari jenis singkong yang ditanam. Daging umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat racun bagi manusia.

 

 

Umbi singkong merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionin.

singkong itu bisa menjadi makanan apa aja, dengan kreatifitas masyarakat. singkong bisa dirubah jadi makanan yang lezat dan beraneka ragam. ane nyoba share aneka makanan yang terbuat dari singkong:

1. Singkong Goreng dan Kukus

Ini merupakan cara sederhana memasak singkong, yaitu digoreng dan dikukus.
biasanya ini menjadi cemilan dipagi atau disore hari dengan ditemani teh/kopi hangat.

2. Kripik Singkong

Keripik singkong atau ketela sangat banyak disukai oleh semua kalangan, baik tua maupun muda, kalangan bawah ataupun kalangan atas, sebagai makanan cemilan. Biasanya keripik singkong atau ketela ini merupakan makanan yang disajikan untuk tamu ataupun sebagai teman untuk ngobrol–ngobrol. Dari pangsa pasar yang sebesar ini, sehingga pembuat keripik singkong di Indonesia sangat banyak bermunculan, selain itu juga karena proses pembuatan kripik singkong pun bisa dilakukan dengan cara tradisional sekalipun.

Keripik singkong dengan beragam aneka rasa juga sangat bermunculan, mulai dari rasa gurih, manis, asem, pedas, hingga rasa lainnya. Dibandingkan dengan kripik tales, memang kripik singkong lebih banyak disukai.

3. Kue Klepon

Ini dia cemilan favorit ane “KLEPON”. Klepon atau kelepon adalah sejenis makanan tradisional Indonesia yang termasuk ke dalam kelompok jajan pasar. Terbuat dari tepung beras ketan dan singkong yang dibentuk seperti bola-bola kecil dengan isi gula kelapa (gula Jawa) kemudian direbus dalam air mendidih lalu disajikan dengan parutan kelapa.

Klepon biasa dijajakan bersama getuk dan cenil (juga disebut cetil) sebagai camilan sore atau pagi hari. Warna klepon biasanya putih atau hijau tergantung selera. Untuk klepon dengan warna hijau perlu ditambahkan
pewarna dari daun suji atau daun pandan.

4. Gethuk

Getuk (Jawa: gethuk) adalah makanan ringan (kudapan) yang dibuat dengan bahan utama singkong. Getuk merupakan makanan yang mudah ditemui di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

 

5. ONGOL-ONGOL

Ongol-ongol terbuat dari singkong, gula pasir, agar2 dan santan.
Proses pembuatannya cukup memakan tenaga terutama dalam proses penghancuran ketela dengan proses pemarutan. Perpaduan semua bahan tersebut ke mudian dikukus dan hasilnya di guling-gulingkan di atas parutan kelapa sebagai pakaian wajibnya.

Dalam satu gigitan akan terasa gurih dan manis yang berpadu dalam sebaran kelapa muda, kadang orang nggak bakalan tahu kalo si Ongol ini terbuat dari ketela, karena enaknya rasa makanan ini……..

 

6. TAPE

Tape adalah salah satu makanan tradisional Indonesia yang dihasilkan dari proses peragian (fermentasi) bahan pangan berkarbohidrat, seperti singkong dan ketan.Tape bisa dibuat dari singkong (ubi kayu) dan hasilnya dinamakan tape singkong. Bila dibuat dari ketan hitam maupun ketan putih, hasilnya disebut “tape pulut” atau “tape ketan”.Dalam proses fermentasi tapai, digunakan beberapa jenis mikroorganisme seperti Saccharomyces cerevisiae, Rhizopus oryzae, Endomycopsis burtonii, Mucor sp., Candida utilis, Saccharomycopsis fibuligera, Pediococcus sp., dan lain-lain. Tape hasil fermentasi dari S. cerevisiae umumnya berbentuk semi-cair, berasa manis keasaman, mengandung alkohol, dan memiliki tekstur lengket. Umumnya, tape diproduksi oleh industri kecil dan menengah sebagai kudapan atau hidangan pencuci mulut

 

7. LAPIS

Bahasa Sunda atau Jawa pake kata Lapis itu. Terbuat dari ketan ya? (atau dari tepung singkong ya? Mohon dikoreksi kalau ada yang lebih tahu hehehe…) Trus ditaburi dengan kelapa parut. Tak lupa dibubuhi Kinca / Kinco. Gula kelapa (orang sering menyebutnya Gula Jawa) trus dibuat encer. Semuanya ditaruh diatas daun pisang. Hmmm… ini juga selain membuat semuanya natural dan aromanya alami, juga ramah lingkungan hehehe….

8. GHOLAK

Makanan yang berbentuk angka delapan dengan panjang 12-15 cm dan diameter 4-6 cm ini terbuat dari tepung singkong. Tepung singkong yang telah dijemur biasa disebut tepung krekel. Tepung krekel dicampur dengan parutan kelapa, dibentuk angka delapan, lalu digoreng.

Saat ini makanan Gholak sudah jarang ditemui. Di Desa Serut hanya tersisa satu penjual gholak. Sementara itu, di pasar-pasar tradisional Gombong, pembeli harus pesan dahulu untuk bisa mendapatkan gholak.

Gholak cocok dimakan dengan gethuk dan secangkir teh atau kopi panas. Rasanya yang gurih membuat lidah terus bergoyang. Apalagi ditemani dengan alunan macapat di pagi hari. Gholak sangat murah dan digemari warga. Hanya berbekal Rp 1.000,- kita bisa memperoleh enam gholak.

9. TIWUL

Tiwul, atau Thiwul adalah makanan pokok pengganti nasi beras yang dibuat dari ketela pohon atau singkong. Penduduk Pegunungan Kidul (Pacitan, Wonogiri, Gunung Kidul) dikenal mengonsumsi jenis makanan ini sehari-hari.

Tiwul dibuat dari gaplek. Sebagai makanan pokok, kandungan kalorinya lebih rendah daripada beras namun cukup memenuhi sebagai bahan makanan pengganti beras. Tiwul dipercaya mencegah penyakit maag, perut keroncongan, dan lain sebagainya. Tiwul pernah digunakan untuk makanan pokok sebagian penduduk Indonesia pada masa penjajahan Jepang.

10. COMRO

Comro atau combro atau gemet merupakan makanan khas dari Jawa Barat. Comro terbuat dari parutan singkong yang dibentuk bulat atau lonjong yang bagian dalamnya diisi dengan sambal oncom kemudian digoreng, karena itulah dinamai comro yang merupakan kependekan dari oncom di jero (bahasa Sunda, artinya: oncom di dalam, begitu juga halnya dengan gemet merupakan kependekan dari dage saemet artinya dage di dalam yang artinya kurang lebih sama. Makanan ini lebih enak disantap saat masih hangat.

 

Leave a Comment

*

Artikel Menarik lainnyaclose
Friend: tai iwin - Tai game android - tai youtube