Pada suatu waktu seorang Imam yang bernama Al-Imam Ghazali pernah berpesan kepada murid-muridnya dalam sebuah majelis, beliau berkata:
“Wahai murid-muridku ketahuilah bahwa yang paling tajam didunia ini adalah Lidah”
“Karena gara-gara lidah banyak terjadinya permusuhan, kebencian, perkelahian bahkan sampai pada pembunuhan..”
Begitulah sekelumit nasihat Imam Ghazali kepada murid-muridnya, tentu saja sebagai nasihat kita semua. Bahkan Imam Ghazali mengarang sebuah kitab yang khusus mengupas masalah Lidah yang berjudul “ Bahaya Lidah”.
Lidah yang tak bertulang ini terkadang tanpa kita sadari ia bisa meracuni diri kita sendiri bahkan orang lain, realita yang ada begitu mudah sekali kita menggunjing orang lain, membeberkan aib orang lain, bahkan aib saudaranya sendiri bahkan menfitnah dengan keji, mengeluarkan kata-kata dusta. Lidah juga mudah sekali mengeluarkan kata-kata yang tidak enak didengar, mengumpat, mencaci maki, marah-marah dll Naudzubillah…
Maka tidak salah jika Imam Ghazali mengumpamakan lidah ini bisa lebih tajam dari pedang bahkan paling tajam. Ada juga perkataan yang menyebutkan “ Mulutmu Harimaumu..!” Dan tidak sedikit juga gara-gara lidah bisa berujung di penjara, bahkan pembunuhan.
Mengapa lidah bisa lebih tajam dari pedang? Pedang bila menggores ke tubuh kita masih bisa di obati dan mungkin banyak obat yang bisa di pake untuk mengobati luka goresan pedang. Tetapi kalau lidah sudah menggores hati, kemana obat hendak di cari.
Untuk itu mari jaga lidah kita, jangan sampai gara-gara lidah kita yang tak bertulang ini menyakiti saudara-saudara kita yang lain, memfitnah dan menggunjingnya dengan membeberkan aibnya kepada khalayak umum.
Bersabda Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaklah bicara yang baik atau diam.” (HR Bukhari-Muslim)
Jangan bicarakan keburukan, kejelekan saudara kita, bicaralah yang baik-baik, banyak membaca Al-qur’an, berdzikir, beristighfar memohon ampun kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang telah banyak kita lakukan karena dengan begitu akan mendatangkan faedah serta kebaikan dan pahala yang besar bagi diri kita.
Mudah-mudahan dengan sedikit merenungi tentang bahanya lidah, kita bisa lebih berhati-hati lagi dan menjaga lidah kita dari ucapan-ucapan yang tidak baik, dan kita bisa menjaga lidah kita agar senantiasa mengucapkan hal-hal yang di ridoi oleh Allah SWT amiiiinnn.
Sumber : dari berbagai sumber dengan perubahan dan penambahan yang di perlukan.

