Rasa lelah yang dirasakan pada saat melakukan perjalanan ke lokasi wisata ini senantiasa akan hilang begitu sampai ke lokasi wisata Situ Patenggang. Hamparan air yang luas, dengan sentuhan kabut tipis yang menggantung diatasnya, menambah indahnya suasana situ (danau). Dengan melihat tenangnya air danau, segarnya udara yang kita hirup, dan sejuknya suasana danau akan membuat kita merasa damai dan bisa melupakan sejenak kepenatan dan stress yang sedang dihadapi.
Pernahkah anda ke Situ Patenggang? yah ini adalah sebuah danau yang berada di daerah Bandung Selatan. Memang ada kerancuan nama tempat ini, ada yang menyebut Patengan, juga ada yang menyebut Patenggang. Jika menilik etimologi nama patengan berasal dari pateang-teang (saling mencari), menjadi pateangan (menunjukkan tempat pencarian) hingga akhirnya menjadi patengan. Sedangkan nama patenggang adalah artinya terpisah oleh jarak atau kondisi. Hingga kini dua nama tersebut tetap dipakai, namun jika melihat nama desa tempat danau itu berada adalah desa Patengan, kawasan Rancabali. Situ Patenggang, di tempat inilah kita dapat menghirup udara segar, sebelum kita sampai di situ patenggan kita akan di suguhkan pemandangan yang menarik yaitu perkebunan teh tertata rapi bak karpet/permaidani yang tersusun rapi di samping kanan kiri jalan yang kita lalui, hhhmmm sungguh pemandangan yang menyejukkan mata.
Di situ Patenggang kita juga dapat menaiki Perahu untuk keliling di atas danau atau pun kita juga dapat menyeberang ke pulau yang ada di tengah danau tersebut dan disana terdapat batu cinta. Konon menurut cerita atau legenda daerah setempat batu cinta itu adalah simbol dari Seorang Pangeran dan seorang putri yang sudah lama tidak bertemu dan akhirnya di tempat batu cinta itulah mereka di temukan.
Danau Patenggan atau lebih dikenal dengan nama Situ Patenggang oleh masyarakat setempat, menempati areal seluas 150 Ha. Dulunya kawasan ini merupakan kawasan cagar alam atau taman nasional, namun pada tahun 1981 telah resmi berubah menjadi sebuah taman wisata. Untuk menuju kawasan ini tidaklah sulit. Karena sudah terdapat jalan aspal hotmix sampai menuju kawasan wisata tersebut. Bahkan jika tidak membawa kendaraan, bisa juga menggunakan fasilitas angkutan umum dari terminal Ciwidey dengan tarif Rp. 5.000,- perorang termasuk tiket masuk (tiket masuk perkepala Rp. 1.000,-). Hal ini akan berbeda jika pengunjung menggunakan kendaraan pribadi (baik roda 2 maupun roda 4) atau dengan menggunakan bis rombongan. Kondisi jalan yang sudah di hotmix, mempermudah pengunjung untuk datang ke kawasan tersebut. Disepanjang jalan menuju Situ Patenggang terpampang hamparan hutan dan kebun tehnya. Perkebunan strawbery juga banyak ditemui selama perjalanan. Umumnya perkebunan strawbery tersebut menyediakan fasilitas bagi pengunjung untuk memetik sendiri buah strawberry dari pohonnya yang ditanam pada kantong-kantong plastik.
Kurang lengkap rasanya bila kita berkunjung ke lokasi wisata ini tanpa membeli cinderamata sebagai oleh–oleh atau sekedar untuk mengingatkan bahwa kita pernah mengunjungi lokasi wisata Situ Patenggang. Kita tidak perlu bersusah payah untuk bisa mendapatkan cinderamata, karena didalam lokasi wisata banyak terdapat toko–toko yang menyediakan berbagai macam cinderamata. Situ Patenggang menyediakan fasilitas yang cukup lengkap, diantaranya adalah area parkir yang cukup luas, toilet, mushola, hingga rumah makan. Selain itu, bila kita membawa bekal sendiri, kita juga bisa menyewa tikar yang bisa digunakan sebagai tempat istirahat sambil menikmati keindahan panorama Situ Patenggang dan juga bersantap siang.
Bagi anda yang belum pernah ke sini, saya kira tempat wisata ini layak menjadi tujuan berikutnya dalam daftar wisata anda diwaktu mendatang. Dijamin tidak akan menyesal…
