Converter Suara kedalam Tulisan


Converter suara jadi teks adalah suatu alat yang sangat di dambakan kehadirannya oleh setiap orang khususnya bagi mereka yang punya kegiatan tulis menulis. Sampai saat ini belum ada pihak perusahaan manapun yang sudah mengeluarkan alat perubah suara kedalam tulisan yang benar-benar akurat dan layak di pakai. Padahal kalau di garap dengan penuh keseriusan sampai terciptanya suatu produk tersebut akan banyak di minati orang dan pasti bakalan laku keras di pasaran. Hampir semua kalangan dari mulai pelajar sekolah dasar sampai perguruan tinggi semuanya tidak lepas dari urusan yang namanya tulis menulis, bahkan alat tersebut akan memudahkan para wartawan untuk merubah hasil rekamannya ke dalam bentuk tulisan tanpa dia harus mendengarkan ulang hasil rekamannya tersebut untuk di tulis di surat kabar ataupun majalah. Maka sudah selayaknyalah alat tersebut ada guna untuk mempercepat suata pekerjaan dan memenuhi banyak permintaan yang sudah menunggu. Saat ini memang sudah ada alatnya tapi sayangnya alat tersebut tidak bisa di dapatkan oleh semua kalangan di karenakan harga perunitnya yang cukup lumayan mahal. Berikut paparan dari salah satu surat kabar yang ada pada salah satu blog;

KOMPAS.com – Sejarah panjang tradisi tulis-menulis memasuki babak baru. Bukan tangan, tapi cukup mulut yang akan “menulis.” Itu berkat lompatan teknologi pengubah suara menjadi teks berbahasa Indonesia hasil rekayasa berbasis operasi komputer Linux. Peranti hasil rekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi atau BPPT bekerja sama dengan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) itu segera dipasarkan. ”Pihak BPPT memiliki royalti 20 persen dari penjualan perangkat teknologi itu,” kata Kepala BPPT Marzan Azis Iskandar dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (14/5/2010).  Marzan mengatakan, lisensi memproduksi dan menjual diberikan kepada PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) untuk jangka waktu lima tahun. Bentuk kerja sama ini diharapkan berkembang untuk hasil-hasil riset BPPT lainnya. Presiden Direktur PT Inti Irfan Setiaputra mengatakan, teknologi perisalah menggantikan peran notulis dalam suatu rapat atau sidang. Kecepatan penulisan suara dapat diperoleh seketika dengan tingkat keakurasian 85 persen, bisa diupayakan menjadi 100 persen melalui proses perbaikan dari hasil rekaman yang tersedia.

Penjualan perisalah rapat tersebut dibagi menjadi sistem tunggal dengan harga Rp 200 juta per unit, sedangkan sistem multi seharga Rp 500 juta per unit. Perbedaannya terletak pada sistem multi yang bisa untuk agenda sidang yang tidak terbatas jumlahnya. ”PT Inti sudah membayarkan di muka Rp 2 miliar kepada BPPT untuk hak eksklusif dan lisensi produksi dan penjualan perisalah ini,” kata Irfan. Rekayasa teknologi informasi ini dirintis Oskar Riandi dari Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi BPPT. Menurut Oskar, pengambilan model ucapan sudah mencapai 190.000 kata dari hampir semua dialek suku bangsa di Indonesia.  ”Jumlah ini sudah cukup meningkat dari sebelumnya sejumlah 60.000 kata,” ujar Oskar.

Menurut dia, peluncuran teknologi perisalah rapat ini direncanakan pada 19 Mei 2010 di Jakarta. Pengembangan lebih lanjut ialah pada proses pengidentifikasian narasumber dengan memasukkan karakter suara. Saat ini, identifikasi narasumber bergantung pada identifikasi mikrofon yang digunakan. ”Inovasi lebih lanjut, pada pengidentifikasian karakter suara narasumber,” kata Oskar.

Teknologi ini sudah diuji coba untuk mengubah suara dari orasi menjadi teks secara seketika. Uji coba dilaksanakan di beberapa instansi pemerintah, di antaranya Sekretariat Negara, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Pimpinan Daerah, dan Kementerian Keuangan.

Leave a Comment

*

Artikel Menarik lainnyaclose
Friend: tai iwin - Tai game android - tai youtube