El Clasico (bahasa Inggris: The Classic; juga dikenal sebagai El Derbi Espanyol atau El Classic) adalah nama umum yang diberikan untuk setiap pertandingan sepak bola antara FC Barcelona dan Real Madrid seperti yang telah berlangsung beberapa hari kemarin, tetapi ternyata El Clasico bukan melulu pertandingan antara FC Barcelona versus Real Madrid karena di Indonesia juga ada “El Clasico” yaitu perseteruan antara ISL Versus IPL serta PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) versus KPSI (Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia) Jilid II yang tidak kalah seru dan penting.
Seperti telah ramai diberitakan pasca El Clasico, salah seorang pemain Real Madrid, Pepe jadi pusat kontroversi terkait beberapa aksinya di atas lapangan. Yang paling menyita perhatian adalah saat dia terlihat dengan sengaja menginjak tangan Lionel Messi. Kejadian tersebut, dan beberapa insiden brutal lain yang sempat dia lakukan, dianggap sudah mencoreng Madrid sebagai sebuah klub besar.
Catatan buruk Real Madrid di EL Clasico kembali bertambah. Pada El Clasico terbaru pada tanggal 19 Januari 2012 lalu, Real madrid harus kembali takluk 1-2 dikandang sendiri. Menurut data, Real Madrid telah menelan kekalahan sebanyak enam kali dari 10 el clasico terakhir. 3 kali diantaranya kekalahan beruntun. Dua diantara tiga kekalahan beruntun ini terjadi di Stadion Santiago Bernabeu. Tragisnya dalam 10 Laga El Clasico terakhir itu, Real Madrid hanya menang sekali.
Statistik 5 pertandingan terakhir el clasico:
(CDR) 19 Jan 2012 Real Madrid 1 – Barcelona 2
(LL) 11 Des 2011 Real Madrid 1 – Barcelona 3
(PSS) 18 Agu 2011 Barcelona 3 – Real Madrid 2
(PSS) 15 Agu 2011 Real Madrid 2 – Barcelona 2
(UCL) 04 Mei 2011 Barcelona 1 – Real Madrid 1
Begitupun “El Clasico” Indonesia, PSSI yang dinakhodai oleh Djohar Arifin Husein sekarang, menjadi pusat kontroversi terkait beberapa aksinya yang telah banyak melakukan pelanggaran dalam pengambilan keputusan. PSSI dianggap tidak mampu melaksanakan amanat Kongres Bali.
Catatan buruk dunia sepakbola Indonesia ternyata sempat meluas hingga panggung internasional. Salah satu media terbesar di Amerika Serikat, New York Times bahkan juga ikut tertarik menyoroti kisruh di PSSI. Salah seorang jurnalis di NY Times mengangkat polemik yang tengah terjadi di PSSI, terkait pemilihan calon ketua umum baru periode 2011-2015 yang lalu.
Dalam artikelnya New York Times membahas sikap Ketua Umum saat itu yang di jabat Nurdin Halid yang tetap menolak mundur dan terkesan ingin kembali menjabat sebagai Ketua Umum untuk ketiga kalinya. Nurdin merupakan sosok pemimpin diktator yang tidak bisa mendengar suara masyarakat pecinta sepakbola di Ibukota maupun daerah yang tidak henti-hentinya menyuarakan agar dirinya segera meletakan jabatan pada saat itu. Padahal, dalam statuta FIFA sudah jelas bahwa latar belakang Nurdin Halid tidak memenuhi syarat sebagai ketua. Nurdin diketahui sempat dihukum penjara lantaran kasus korupsi.
Setelah era Nurdin Halid berakhir, dunia persepakbolaan Indonesia ternyata masih semrawut, masih terjadi berbagai polemik dan konflik kepentingan diantara pengurus, lahirnya lagi dualisme kompetisi (IPL dan ISL) dan pengambilan kebijakan yang tidak normal menjadi akar permasalahan kekisruhan dunia sepakbola Indonesia.
Sepakbola sebagai pemersatu bangsa sudah tidak dipungkiri lagi. Sekarang eranya malah sudah menjadi sepakbola Industri. Ribut itu boleh sebab itu dinamika tetapi kalau tidak pernah berhenti maka ini yang jadi masalah.
KPSI selaku “lawan” dari PSSI berencana menggelar kongres tahunan, yang direncanakan berlangsung besok, tanggal 21 Januari 2012, KPSI juga berencana menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) pada 6 Maret 2012. Di lain pihak, PSSI juga akan menggelar kongres tahunan pada 18 Maret 2012.
Selamat menyimak “El Clasico” versi Indonesia. [Dudun Abdulah-Pecinta Sepakbola]
