Fenomena “Ma Icih”

Seorang mahasiswa berhasil menjadikan makanan tradisional menjadi makanan yang eksklusif. Dia adalah Reza. Reza memasarkan keripik pedas dengan merk “Ma Icih”. Penjualan “Ma Icih” sendiri sangan unik dan eksklusif. Reza menjualnya secara eksklusif dengan meminta konsumen datang ke spot penjualan yang sudah ia tentukan tiap harinya.

Setiap pagi, Reza dan timnya memberikan informasi lokasi penjualan keripik pedas Ma Icih melalui jejaring sosial Twitter atau Facebook. Misalnya, pada hari tertentu, ia mentweet status bahwa penjualan Ma Icih dilakukan di Dago, berarti pembeli harus datang ke Dago. Keesokan harinya, spot penjualan akan dilakukan di tempat berbeda.

Biasanya mereka berjualan dengan menggunakan mobil atau bekerja sama dengan kafe tertentu. Sistem pemasaran seperti ini membuat keripik Ma Icih menjadi eksklusif karena tidak dijual secara bebas.

Tidak heran jika tiap harinya, spot penjualan Ma Icih selalu dipenuhi oleh para icihers (sebutan untuk penyuka keripik Ma Icih). Mereka juga rela mengantre demi mendapatkan keripik tersebut. Selain sistem pemasarannya yang unik dan peran serta situs jejaring sosial, Reza mengatakan Keripik Ma Icih juga bisa sukses karena bantuan promosi dari mulut ke mulut para pembelinya.
Apa yang membuat keripik Ma Icih digemari, tentu karena rasa pedasnya itu. Sebagian menyebutknya keripik setan karena saking pedasnya. Keripik Ma Icih terdiri dari berbagai varian dan berbagai tingkat pedas. Untuk keripik singkong, ada tiga tingkat pedas, yakni level tiga, lima, dan sepuluh. Sedangkan untuk basreng, dan kerupuk gurilem, hanya ada satu tingkatan.
Reza dan timnya bisa menjual lebih dari 2.000 bungkus per hari. Dengan harga kisaran antara Rp 11.000-Rp 16.000 untuk segala varian, yakni keripik singkong pedas, baso goreng  (basreng), dan kerupuk lada gurilem, Reza bisa mengantungi omset sekitar Rp 22 juta per hari. Jumlah yang luar biasa untuk penjualan makanan tradisional seperti itu.

Asian Brain

Komentar Anda via Facebook


2 thoughts on “Fenomena “Ma Icih”

  1. Berarti kita jangan menyepelekan hal-hal yang kelihatannya kecil dan terlihat tradisional… Kalo kita kreatif dan inovatif ternyata bisa mendatangkan untung juga ya…

  2. wah sangat luar biasa kurupuk ma icih teh kabayang 22 juta perhari
    buset sangat tidak ter pikir sama saya nanti sakit perut nanti masuk
    rumah sakit nanti sakit usus buntu.hikihikikhihkhihkhihkhikhihk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>