Kekhawatiran insan sepak bola tanah air akan dijatuhkannya sanksi oleh FIFA terkait kekisruhan pada pelaksanaan Kongres PSSI di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Jumat 20 Mei lalu, akhirnya tidak terbukti.
Pada hari Jumat (27/5), FIFA mengeluarkan agenda sidang Komite Eksekutif, dan tidak ada Indonesia di dalamnya. Pada Sabtu (28/5) sore, sebelum berangkat ke Zurich, Agum menggelar konpers dan kembali menyatakan pihaknya akan berusaha supaya FIFA tidak menjatuhkan sanksi pada Indonesia.
Agum kemudian bertemu direktur keanggotaan dan perkembangan asosiasi FIFA, Thierry Regenass, pada Senin (30/5) pagi waktu setempat. Saat diwawancaranya stasiun televisi tvone, Agum mengutip Regenass bahwa Indonesia diberi kesempatan menggelar kongres lagi sampai 30 Juni. Jika masih gagal, sanksi akan dijatuhkan.
Senin malam Sepp Blatter melakukuan konferensi pers dan sempat menyebut nama Indonesia. Dia hanya menyatakan bahwa Indonesia bisa jalan terus, tapi ditunggu untuk melangsungkan kongres sampai 30 Juni 2011. Masih tidak ada ancaman sanksi.
Baru pada Selasa dinihari WIB, situs resmi FIFA merilis pernyataan terkait beberapa hal, antara lain pemutihan keanggotaan Bosnia dan Brunei Darussalam, serta menegaskan deadline kongres PSSI untuk Indonesia, dan kali ini disertai kalimat “jika tidak, maka otomatis di-suspend pada 1 Juli 2011″.
