Jajanan Pasar Naik Daun

Topics: , ,

Keberadaan makanan tradisional yang akrab disebut ja­janan pasar, belasan tahun lalu hanya mudah ditemui di pasar-pasar tradisional di Kota Bandung, juga di kota-kota lainnya. Cara menjajakannya pada saat itu hanya alakadarnya dengan dipikul atau menggelar meja kecil, atau dikenal dengan sebutan lapak. Namun, seiring dengan banyaknya perubahan yang di­lakukan oleh Pemerintah Kota Bandung dengan menyulap pasar tradisional menjadi pasar semi modern, pedagang jajanan pasar pun berupaya mengubah image. Banyak yang menjajakan dengan menggunakan gerobak, sepe­da, bahkan mobil bak terbuka secara berkelompok atau per­orangan. Hal itu misalnya bisa kita lihat di beberapa tempat kawasan kota Bandung yang seperti di jalan Buahbatu, jalan pasteur, dan pasar baru jalan oto iskandar dinata, Bandung. Berkaitan dengan itu, dalam tahun terakhir ini seiring de­ngan semakin menjamurnya pusat-pusat perbelanjaan di Kota Bandung yang belakang­an ini dikenal sebagai kota wisata kuliner dan belanja, ja­janan pasar kembali naik daun. Derajat jajanan pasar pun turut terangkat menjadi makanan berkelas di mal.

Bahkan bukan hanya di mal atau pusat belanja. Para pelaku bisnis kuliner ki Kota Bandung ini sangat jeli. Mereka menawarkan makanan tradisional tersebut dengan kemasan sangat menarik dan dijajakan di restoran hingga kafe hotel berbintang serta kafe-kafe berkelas lainnya. Selain kemasan yang mengundang selera kelebihan dari pengusaha kuliner di kota Bandung khususnya, adalah dalam menetapkan pasar atau sasaran konsumen. Dalam satu sajian dagangan, makanan bukan hanya tersedia untuk kalangan dewasa atau orang tua saja, tetapi juga untuk anak-anak.

Kunci dari kesuksesan menjajakan makanan tradisional, menurut salah seorang pedagang di kota Bandung ialah harus melakukan inovasi, terutama dalam hal bahan-bahan yang dipergunakan. Hal itu diperlukan karena masyarakat sangat jeli dalam memilih makanan terutama dalam segi menggunakan pewarna dan bahan pengawet yang membahayakan bagi kesehatan.

Asian Brain

Komentar Anda via Facebook


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>