Gambar Karikatur Nabi Muhammad : Prancis Segera Tutup Kedutaan Di 20 Negara


Gambar Karikatur Nabi Muhammad : Prancis Segera Tutup Kedutaan Di 20 Negara. Seperti ada kesan menyengaja dalam hal memancing umat Islam supaya emosi, marah dan protes membati buta, sebuah majalah yang selalu menampilkan karikatur dalam hal menyampaikan beritanya, Charlie Hebdo membuat karikatur Nabi Muhammad untuk yang kedua kalinya. kali ini sebuah gambar kartun Nabi, yang mengenakan kursi roda yang didorong oleh seorang Yahudi ortodoks berjudul Intouchables 2 (Tak Tersentuh) dengan sebuah tulisan dalam bahasa Prancis ‘‘Faut pas se moquer’’ yang kurang lebih artinya ‘’anda tidak harus mengejek”.

Dampak dari dipublikasikan kartun atau karikatur tersebut, Prancis menyatakan akan menutup sementara kedutaan, konsulat, pusat kebudayaan dan sekolahnya di sekitar 20 negara pada hari Jum’at besok (21/09) yang dikhawatirkan terjadi demo dan protes besar-besaran didaerah yang dianggap rawan demontrasi.

Penutupan sementara tersebut dilakukan sebagai langkah jaga-jaga. Khusus untuk Tunisia, pemerintah Prancis memerintahkan Kedutaan Besar dan sekolah Prancis ditutup mulai hari ini kamis (19/09).

Selain Kedutaan Besar Prancis di Tunisia, belum jelas kedutaan-kedutaan lain yang akan ditutup.

Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius mengatakan ia khawatir akan 20 karikatur yang diterbitkan di majalah satiris Charlie Hebdo.

Karikatur itu mengolok-olok protes berbau kekerasan baru-baru ini untuk menentang Amerika Serikat yang dipicu oleh film yang dianggap menghina Nabi Muhammad dan dibuat di Amerika.

Laurent Fabius khawatir penerbitan karikatur ini akan semakin memperluas protes film anti-Islam yang terjadi sejak pekan lalu. Fabius mengatakan langkah pengamanan diterapkan di Konsulat dan Kedutaan Besar Prancis di seluruh dunia.

“Jelas saya telah memberikan instruksi sehingga langkah-langkah pengamanan khusus diambil di semua negara yang berisiko timbul masalah dan bahwa semua warga negara kita harus berhati-hati,” kata Menlu Prancis.

Kementerian Luar Negeri juga menerbitkan peringatan perjalanan kepada warga Prancis di negara-negara Muslim untuk “sangat waspada”, menghindari kerumunan massa dan menghindari tempat-tempat yang mewakili Barat atau tempat ibadah.

Pembelaan

Peringatan perjalanan tersebut berlaku bagi warga Prancis yang berada antarai lain di Afghanistan, Arab Saudi, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Pakistan, Irak, Libia, dan Yaman.

Perdana Menteri Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan kebebasan berbicara memang dijamin di Prancis, tetapi harus digunakan dengan penuh tanggung jawab.

Sementara itu Stephane Charbonnier, redaktur majalah Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad, membela keputusannya untuk menerbitkan kartun-kartun nabi

“Kalau kita mulai mengatakan bahwa kita tidak bisa menerbitkan kartun-kartun ini karena ada risiko seseorang akan kaget maka kita akan mengurungkan niat membuat kartun lain karena akan ada tekanan terhadap kartun lebih lunak dan seterusnya dan kita akan berhenti membuatnya,” tuturnya.

“Kita membuat karikatur berbagai macam orang, setiap minggu, dan ketika kita membuat karikatur Nabi Muhammad atau sesuatu tentang Islam, ini disebut provokatif. Bukan, ini bukan provokasi. Ini tergantung siapa yang berada di baliknya, pembaca,” tambah Stephane Charbonnier.

Kantor majalah Charlie Hebdo dilempari bom molotov November tahun lalu setelah menerbitkan kartun serupa.

Perlu kita ketahui bahwasanya Islam melarang visualisasi media apapun terhadap Nabi Muhammad SAW.[bbc/inet]

Leave a Comment

*

Artikel Menarik lainnyaclose
Friend: tai iwin - Tai game android - tai youtube