Lindungi Ginjal, Selamatkan jantung

Topics: , , , , , , , ,

Ginjal merupakan organ tubuh yang penting, sepasang ginjal terletak di kanan & kiri tulang belakang setinggi pinggang kita, makanya sering disebut sebagai ‘buah ginjal’. Berat 150 gr atau separuh genggaman tangan, ginjal berfungsi. Sejumlah peran dilakukan oleh ginjal, seperti menyaring dan membuang sampah dari dalam tubuh, membantu mengatur tekanan darah, menjaga kesehatan tulang, merangsang produksi sel darah merah, mengatur keseimbangan cairan tubuh, elektrolit & asam basa, juga ginjal membuang sisa metabolisme yang akan meracuni tubuh, mengatur tekanan darah & menjaga kesehatan tulang. Di antara sejumlah peran tersebut erat kaitannya dengan fungsi jantung, sehingga ginjal yang rusak juga dapat berdampak pada jantung.Rusaknya ginjal menyebabkan penumpukan zat-zat yang seharusnya dibuang, diantaranya: fosfor, kalsium dan homosistein yang dapat membahayakan jantung. Selain itu, ginjal yang rusak tidak mampu lagi mengatur keseimbangan tekanan darah dan jantung pun harus bekerja lebih berat. Itu sebabnya ginjal yang rusak dapat membahayakan fungsi jantung. Karena itu, sudah sewajarnya kita melindungi ginjal sekaligus menyelamatkan jantung, terutama bagi individu yang berisiko.

Dua Penyakit Perusak Ginjal

Diabetes dan Hipertensi (darah tinggi) diketahui sebagai dua penyakit yang paling sering merusak ginjal yaitu sekitar 27% dan 44% dari total kasus kerusakan ginjal. Namun selain itu, terdapat kondisi lain yang patut diwaspadai karena berisiko menyebabkan kerusakan ginjal, antara lain: konsumsi obat pereda rasa nyeri (ibuprofen) secara berlebihan atau berkepanjangan, penyalahgunaan obat-obatan (kokain, heroin), usia di atas 50 tahun, dan beberapa penyakit tertentu seperti sickle cell anemia, kanker, AIDS, hepatitis C, dan gagal jantung berat.

Penyakit ginjal disebut kronik jika kerusakannya terjadi selama lebih dari 3 bulan, terjadi penurunan fungsi ginjal secara perlahan sehingga terjadi gagal ginjal. Akan mencapai dibawah 25% menyebabkan mengalami masalah kesehatan yang berat, bila turun hingga 10 – 15%, memerlukan terapi pengganti ginjal berupa cuci darah atau cangkok ginjal.

Waspadalah jika mengalami gejala-gejala : tekanan darah tinggi, perubahan jumlah kencing, darah dalam air kencing, bengkak pada kaki & pergelangan kaki, badan terasa lemah, mengantuk, gatal kulit, sakit kepala, sesak, nafsu makan hilang, sering mual & muntah serta kulit berubah menjadi gelap. Hal tersebut merupakan tanda-tanda penurunan fungsi ginjal.

Bagaimana Caranya Melindungi Ginjal?

Perlindungan terhadap ginjal dapat dilakukan dengan memantau dua penanda penting fungsi ginjal, yaitu estimasi Laju Filtrasi Glomerulus (eLFG) dan albumin dalam urin. Estimasi Laju Filtrasi Glomerulus (eLFG) dapat diketahui melalui pemeriksaan Cystatin C dengan sampel darah, sedangkan albumin dalam urin dapat diketahui dari pemeriksaan albumin urin kuantitatif. Seseorang dikatakan mengalami penyakit ginjal, jika dalam kurun waktu 3 bulan atau lebih terjadi penurunan eLFG hingga di bawah 60 ml/menit dan terdapat lebih dari 30 mg albumin/g kreatinin dengan atau tanpa penurunan eLFG.

Ada beberapa tips untuk melindungi ginjal :

  • Hindari resiko serangan jantung, stroke & diabetes
  • Mengendalikan kadar gula darah, mencegah penyakit diabetes
  • Menjaga tekanan darah dalam kondisi tidak ekstrim untuk tubuh
  • Kurangi konsumsi makanan tinggi lemak
  • Hindari pemakaian obat penghilang rasa nyeri
  • Hindari diet ketat tanpa aturan
  • Batasi jumlah konsumsi protein
  • Hindari/ kurangi merokok
  • Cukupi kebutuhan mineral, karena kekurangan/kelebihan mineral akan memperberat fungsi ginjal.

Selain hal tersebut di atas, mulai saat ini atur hidup kita dengan pola hidup sehat, kurangi makanan manis, makanan berlemak, makanan cepat saji, banyak berolahraga minimal lari atau jalan cepat 30 menit perhari atau sit up 50 kali per hari. Tidak kalah penting, tidak merokok, stop alkohol, dan kurangi stress dengan tidur cukup minimal 6 – 7 jam per hari.

Dan mulai saat ini banyak – banyak mengkonsumsi air putih (lebih baik lagi anti oksidan beralkali), toh kekurangan air putih selain berbahaya bagi ginjal juga bisa menciutkan otak, meski hanya 1 persen saja.

Sayangilah ginjal kita, sikecil anugrah Tuhan yang sangat penting bagi keseimbangan hidup.

Asian Brain

Komentar Anda via Facebook


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>