Mobil Esemka : Prestasi Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Indonesia


Salut! Itulah kata pertama yang terlintas di pikiran mendengar dan melihat gencarnya pemberitaan mengenai mobil esemka hasil karya siswa-siswa SMK Indonesia! Berita ini jauh lebih baik untuk disimak dan ditindaklanjuti daripada pemberitaan seputar korupsi yang tidak pernah berakhir, sinetron televisi yang tidak pernah berakhir, ataupun ghibah/ gosip seputar kehidupan pesohor negeri.

Seperti biasa, sebuah prestasi ataupun pencapaian positif selalu memiliki dua sisi positif dan negatif. Sebagian pihak dan orang mencibir, merendahkan, dan lainnya mendukung, tertarik, ataupun sekedar ikut-ikutan ingin meramaikan suasana.

Termasuk kelompok manakah Anda? Sebelum memutuskan apa pilihan Anda, belajarlah untuk menilai sesuatu secara lebih proporsional. Nah, untuk itu ada baiknya Anda menyimak ulasan seputar mobil esemka ini terlebih dahulu sebelum Anda memilih sikap terbaik.

Siapa Pembuat Mobil Esemka?
Mobil esemka merupakan hasil karya para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Indonesia. Beberapa SMK tercatat telah berhasil merakit dan memproduksi mobil-mobil ini. Diantaranya adalah SMK Solo, SMK Denpasar, SMK Surakarta, SMK Muhammadiyah 2 Borobudur Magelang, SMKN 6 Malang, SMK Negeri I Trucuk, Klaten. SMK Muhamadiyah bahkan diketahui telah mengerjakan produksi mobil ini pada kurun waktu tiga tahun terakhir.

Mobil Nasional (Mobnas) Mobil Esemka
mobil esemkaMaraknya pemberitaan mobil esemka ini salah satu pemicunya adalah keputusan Walikota Solo, Joko Widodo yang mengganti mobil Camry  dan menggantikannya dengan mobil rakitan siswa SMK, “Kiat Esemka”.

Jika ditelusuri riwayat mobil nasional ini, mobil esemka bukanlah mobil pertama yang berhasil dirakit. Mobil-mobil karya anak bangsa lainnya juga lebih dulu hadir dan digadang-gadang sebagai mobil nasional tercatat antara lain adalah  Komodo, Tawon, Gea, Marlip, Maleo, Wakaba, Timor, dan Esemka Digdaya.

Macam Nama Mobil Esemka
Foday carBeragam nama disematkan kepada mobil esemka ini. Ada sekolah yang menamainya esemka digdaya, rajawali esemka, kiat esemka. Tentunya sah-sah saja untuk memberi nama ini sesuai dengan kehendak setiap SMK yang merakitnya.

Dari penelusuran di internet melalui mesin pencari google ada sedikit kemiripan dari mobil esemka ini dengan mobil china yang diproduksi oleh Guangdong FODAY Automobile Co., LTD.

Dukungan Perusahaan dan Lembaga terhadap Mobil Esemka
SMKN I Kota Bekasi adalah salah satu dari 23 sekolah di Indonesia yang telah ditunjuk oleh Kementerian Pendidikan melalui produsen otomotif PT Autocar untuk merakit komponen kendaraan. Beberapa di antara SMK-SMK itu khusus merakit mesin. PT Autocar merupakan supplier dari sekitar 144 komponen.

Spesifikasi Mobil Esemka
Spesifikasi Mobil Esemka yang telah berhasil dirakit oleh para siswa SMK ini merupakan mobil dengan kapasitas mesin 1500 cc DOHC dengan teknologi multi point injection, berbahan bakar bensin, berdaya tampung tujuh orang, dan dilengkapi dengan beragam fasilitas elektronik modern seperti; power stearing, central lock system, power windows, parking censor, AC, dan Audio System. Salah satu desain Bodi yang diusung seperti SUV Esemka Rajawali terlihat agak kaku. Ada beberapa bagian eksterior Esemka yang mencomot desain mobil lain.

Harga Mobil Esemka
Harga mobil esemka saat ini di banderol pada kisaran beragam mulai 95 juta untuk of the road – sampai dengan 200 juta-an. Harga ini lebih murah di bandingkan dengan mobil jenis SUV lainnya yang beredar di pasaran saat ini.

Tanggapan Pejabat Indonesia
Ini dia yang membuat mobil esemka ini jadi trend pemberitaan. Adanya komentar dan tanggapan dari para pejabat dan pimpinan lembaga pemerintahan di Indonesia. Kita bisa melihat, ada yang memang benar-benar mendukung namun tidak sedikit juga yang ikut latah memanfaatkan sebagai ajang menaikkan popularitas. Anda bisa menilai sendiri, simak saja beberapa diantaranya ;

  • Kedatangannya Dahkan Iskan, menteri BUMN ke Magelang untuk memenuhi rasa penasarannya melihat dan mencoba produksi mobil Esemka buatan SMK Muhammadiyah Borobudur, Kabupaten Magelang. Sekolah ini diketahui telah memulai produksi mobil sejak tiga tahun lalu. Setelah mencoba mobil Esemka itu, menurut Dahlan, kualitas mobilnya bagus dan enak dipakai. Namun begitu, katanya, tetap harus melihat secara proporsional, yakni bahwa pembuatan mobil itu merupakan pembelajaran.
  • Walikota Dumai, Khairul Anwar, menyatakan pihaknya tertarik mengundang siswa SMK Negeri I Trucuk, Klaten yang sukses memproduksi mobil nasional bermerek `Kiat Esemka`, agar bisa tampil pada `Dumai Expo 2012` April 2012. Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Dumai, Provinsi Riau, dia mengaku sangat bangga dan kagum dengan kreativitas sekaligus hasil ciptaan para siswa sekolah kejuruan itu. “Ini tentu akan mengharumkan nama bangsa serta menjadi motor pembangkit semangat belajar maupun berkarya siswa-siswa lainnya,” katanya. Dikatakannya, merupakan suatu kebanggaan seluruh rakyat Indonesia, karena ada sekelompok anak bangsa berhasil membuat karya teknologi tinggi berupa perakitan mobil produksi dalam negeri. Karena itu, ia merencanakan dapat mengundang hadir untuk bertemu dan beramah-tamah dengan para pelajar pintar ini. Tidak tertutup kemungkinan akan menjadikan `Kiat Esemka` menjadi mobil dinas operasional para pejabat di lingkungan Pemkot Dumai.
  • Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Pemkot Dumai, Syaari, mengatakan, kesuksesan yang diraih siswa-siswa SMK merakit mobil `Kiat Esemka` ini memang patut diacungi jempol. Sebagai bagian dari komponen penyelenggaran pendidikan, ia mengaku sangat kagum dan ingin mewujudkan karya yang sama bagi para pelajar di kota Dumai. “Memang ada niat walikota ingin mengundang mereka, karena telah membanggakan anak negeri. Lantas kenapa pelajar kita di sini belum ada yang menelurkan karya menonjol? Ini selain karena terbatas dukungan anggaran, juga tidak memadainya peralatan yang dibutuhkan,” jelas Syaari.
  • Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Darmawaijaya Mantra tertarik dengan mobil Esemka. Ia berniat membeli mobil nasional itu jika dirakit oleh siswa SMK Denpasar. “Jika nantinya mobil Esemka bisa dirakit anak-anak SMK di Denpasar, saya akan akan membelinya,” kata Rai Mantra di Kantornya, Jl Udayana, Denpasar, Jumat (13/1/2012). Namun sayang, saat ini siswa SMK di Denpasar belum bisa merakit mobil. Mantra menjelaskan, siswa SMK baru bisa merakit komputer. “Mobil nasional belum menjangkau, pelajar SMK di sini baru sebatas perakitan komputer yang melibatkan beberapa perusahaan,” katanya. “Karya anak bangsa patut didukung,” ujarnya. Ia pun akan mendukung jika mobil tersebut bisa beredar di Denpasar. Hanya saja, menurutnya, pemeliharannya agak susah. “Kalau terjadi kerusakan masak sih mesti dibawa ke Solo lagi,” tandasnya.
  • Mobil Esemka karya pelajar SMK Negeri 6 Kota Malang dan SMK Negeri 1 Singosari Kabupaten Malang meraih order 300 unit mobil pada event  Muktamar XI Jamiyyah Ahlit Thariqah Al Muktabarah An Nahdliyyah di Pondok Pesantren Al Munawwariyyah Bululawang Kabupaten Malang, selama 11-14 Januari lalu. Dari 300 unit order tersebut, 200 unit di antaranya berasal dari Ketua DPW NU Jawa Barat, Eman Suryaman. Sementara itu sisanya berasal dari peserta muktamar yang datang dari seluruh pelosok tanah air dan mencatatkan namanya di buku inden yang disediakan di lokasi muktamar.
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh membeli mobil Esemka buatan SMK Negeri 6 Kota Malang seharga Rp125 juta dan kemudian disumbangkan ke Ponpes Al Munawwariyyah Kecamatan Bululawang.
  • Menko Perekonomian Hatta Radjasa tercatat menyempatkan diri menjajal mobil buatan pelajar tersebut di sekitar halaman ponpes yang juga menjadi arena muktamar ditemani pengasuh Ponpes Al Munawwariyyah, K.H. Maftuh Said. “Mobil buatan anak-anak ini bagus. Saya juga berminat untuk memesan”.
  • Ketua Umum PP Muhammadiyah Din  Syamsuddin juga memesan satu unit mobil Esemka jenis SUV buatan SMK Muhammadiyah 2 Borobudur Kabupaten Magelang yang diberi nama Sang Surya. Menurut Din Syamsudin, saat acara launching mobil nasional Esemka Sang Surya di SMK Muhammadiyah 2 Borobudur, 12 Januari lalu, pihaknya  sudah memesan dan saat itu harganya relatif terjangkau. Menurutnya mobil Esemka tersebut bisa menjadi kebanggaan tersendiri karena SMK 2 Borobudur juga didukung oleh Kemendiknas dan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah setempat.
  • Sejumlah pihak lainnya yang sudah menyatakan minatnya untuk membeli mobil karya SMK 2 Borobudur cukup banyak a.l Universitas MuhammadiyahYogyakarta, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan Universitas Ahmad Dahlan, masing-masing memesan 10 unit. Belum lagi mobil ambulance yang dipesan oleh setiap PKU Muhammadiyah.

Nah, kalo begitu apa tanggapan Anda?! Semuanya berpulang kepada diri kita sendiri. Namun kalau boleh memilih, pastikan pilihan kita positif dan konstruktif sehingga menjadi sinergi bagi kemajuan generasi muda pada umumnya dan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada khususnya. Ayo teruskan dan tunjukkan prestasimu!

 

Leave a Comment

*

Artikel Menarik lainnyaclose
Friend: tai iwin - Tai game android - tai youtube