Penjelasan Rumus MS Excel Pada Perhitungan Method of Succesive Interval (MSI)


Anda sudah membaca artikel mengenai transformasi data ordinal-interval dengan Method of Succesive Interval (MSI) dan masih kesulitan memahami penjelasan rumus-rumus yang digunakan? Bagaimana memodifikasi proses MSI dengan data ordinal penelitian yang Anda miliki?

Excel-MSIMelalui artikel ini, mari kita pelajari rumus dan fungsi program aplikasi office Microsoft Excel yang digunakan pada perhitungan MSI. Rumus dan fungsi yang penulis gunakan pada proses MSI ini menggunakan fasilitas yang sudah terintegrasi pada software MS Excel, jadi tidak memerlukan add on tambahan untuk menghitungnya.

Untuk memudahkan prosesnya, silakan buka kembali artikel mengenai transformasi data ordinal-interval dan perhatikan urutan langkah kerja yang diberikan. Rumus dan fungsi yang digunakan antara lain adalah :

  1. COUNTIF
    Syntax atau format penulisan fungsi countif adalah =COUNTIF([range cell],[criteria]). Maksudnya adalah range cell diisi dengan rentang sel dari data yang akan kita lakukan pencacahan, sedangkan criteria diisi dengan kriteria pencacahan yang dihitung. Contoh, pada  file perhitungan MSI penulis membuat rumus =COUNTIF(C5:C18,$B$24), berarti kita akan mencacah pada rentang sel C5:C18 yang memiliki kriteria B24. Simbol $ menunjukkan kriteria menjadi nilai absolut. Simbol ini digunakan dengan tujuan agar pada saat perhitungan pencacahan untuk butir item soal lainnya kita bisa melakukan proses copy-paste rumus countif sehingga proses menjadi lebih cepat dan penulisan rumus tidak perlu dilakukan berulang.
  2. SUM
    Syntax fungsi sum adalah =SUM([range cell]). Fungsi sum berguna untuk melakukan penjumlahan menurut rentang sel yang kita tentukan. Contoh ; =SUM(C24:C28).
  3. Rumus Pembagian
    Rumus pembagian antara dua sel dapat dituliskan dengan format =[sel pembilang]/[sel penyebut]. Contoh ; =C24/$A$18
  4. Rumus Penjumlahan
    Rumus penjumlahan dapat dituliskan secara manual dengan format =[sel1]+[sel2]+…. Contoh; =C40+C33
  5. IF dan NORMSINV
    Syntax fungsi IF adalah = IF([criteria],[kondisi1],[kondisi2]). Yang dimaksudkan dengan criteria adalah syarat yang menjadi acuan untuk menentukan pilihan kondisi1 atau kondisi2. Jika syarat terpenuhi, maka isi sel menampilkan kondisi1 dan jika syarat tidak terpenuhi, isi sel berisi kondisi2.
    Syntax NORMSINV adalah =NORMSINV([cell]). Cell diisi dengan angka yang ingin dihitung nilai invers dari distribusi normalnya. Contoh penerapan kombinasi rumus IF dan NORMSINV; =IF(C41=0,”",IF(C41=1,”~”,NORMSINV(C41)))
  6. NORMDIST
    Syntax fungsi NORMSDIST adalah =NORMDIST(x, mean, standar_dev, cumulative). Nilai x merupakan nilai yang akan dicari nilai distribusi normalnya, mean adalah nilai rata-rata, standar_dev untuk nilai standar deviasi, dan cumulative adalah nilai kumulatif berdasarkan asumsi distribusi normal. Contoh penggunaannya ; =NORMDIST(C48,0,1,0).
  7. Rumus Pembagian
    Rumus pembagian yang dikombinasikan dengan rumus pengurangan. Hal yang mesti diperhatikan dalam penulisan rumus ini adalah penggunaan tanda kurung yang merupakan urutan pengerjaan operator dimana perkalian atau pembagian akan dihitung lebih dulu dibandingkan operasi penjumlahan atau pengurangan. Contoh penerapannya adalah =(C54-C55)/(C41-C40).
  8. MIN
    Syntax fungsi Min adalah =MIN([range cell]). Fungsi ini dapat digunakan untuk mencari nilai minimum dari suatu rentang sel. Contoh penggunaannya =MIN(C61:C65).
  9. ABS
    Syntax fungsi ABS adalah =ABS([cell]). Fungsi ini dapat dipakai untuk menentukan nilai absolut dari sebuah sel. Fungsi ini dapat pula dikombinasikan dengan rumus penjumlahan. Contoh dalam perhitungan MSi adalah =1+ABS(C67).

Demikian penjelasan rumus dan fungsi yang penulis gunakan pada perhitungan transformasi data ordinal-interval dengan MSI menggunakan software MS Excel. Semoga Anda lebih jelas dan faham serta dapat menerapkannya dengan data penelitian yang Anda miliki!

 

 

 

Leave a Comment

*

Artikel Menarik lainnyaclose
Friend: tai iwin - Tai game android - tai youtube