Perhitungan Uji t, Uji z, dan Uji F Pada Statistik Inferensi


Perhitungan uji t, uji z, dan uji F sering dipakai dalam proses olahdata statistik untuk keperluan inferensi pada beragam karya tulis ilmiah yang menggunakan penelitian sebagai bagian dari prosesnya seperti tugas akhir, skripsi, thesis atau disertasi. Pada dasarnya ketiga metoda uji hipotesis tersebut adalah dipakai untuk menguji apakah terdapat perbedaan pada rata-rata satu atau lebih populasi.

 

Tujuan Uji t test

Uji Hipotesis - uji tUji t pada satu populasi digunakan untuk menguji apakah rata-rata atau mean populasi mempunyai nilai sama dengan suatu harga tertentu, sedangkan pada uji t dua sampel uji yang dilakukan adalah untuk mengetahui apakah rata-rata dua populasi memiliki nilai sama ataukah terdapat perbedaan yang signifikan.

Pada uji t dengan dua sampel atau lebih, uji statistik yang dilakukan terbagi dua berdasarkan hubungan antar sampel.

Pertama, sampel bersifat bebas (independen) yang berarti sampel dari kedua kelompok tidak ada saling keterkaitan. Contoh, misalkan kita ingin melakukan penelitian rata-rata berat badan orang Bandung dan orang Jakarta. Tentunya kita akan sulit untuk mengambil data populasi orang di kedua kota, maka kita ambil sampel dengan asumsi berdistribusi normal dari kedua kota tersebut. Kriteria bebas berarti bahwa tidak mungkin ada sampel orang Bandung yang diukur berat badannya juga diukur kembali sebagai orang Jakarta. Dengan kata lain, satu sampel dari kota Bandung tidak memiliki hubungan dengan sampel lainnya dari kota Jakarta.

Kedua, sampel memiliki syarat berhubungan. Pada uji t sampel berpasangan berlaku ketentuan bahwa satu sampel memiliki dua nilai pada dua kelompok sampel penelitian. Sebagai contoh, misalkan kita ingin meneliti berat badan seseorang sebelum mengikuti program diet dan berat badan setelah mengikuti program diet.

 

Ciri dan Asumsi Analisis Uji t

Ada beberapa ciri dan asumsi yang harus diperhatikan pada saat kita akan melakukan uji t ini.

  • Sampel.
    Jumlah sampel yang diambil pada uji t test memiliki jumlah sampel relatif kecil, di bawah 30 sampel. Jika sampel besar, maka digunakan uji z test sebagai alat inferensi statistiknya.
  • Varians Populasi.
    Uji t statistik memiliki dua kemungkinan, yaitu ; varians kedua populasi sama dan varians kedua populasi berbeda.
  • Distribusi Normal.
    Sampel pada analisis uji t memiliki distribusi normal atau mendekati normal atau bisa dianggap normal.

 

Demikian uraian secara singkat berbagai ciri, kriteria, dan syarat yang perlu diketahui pada proses uji statistik t. Perlu diperhatikan oleh para peneliti, bahwa dengan memahami ciri dan asumsi pada uji t test ini dapat memandu kita dalam merancang dan menghitung statistik yang akan menghasilkan penelitian yang tingkat akurasi yang memadai dan tentunya hasil penelitian yang sesuai dengan yang di hipotesiskan oleh peneliti. Contoh uji t dan cara perhitungannya menggunakan software baik itu dengan MS Excel ataupun SPSS akan kita bahas pada artikel mengenai olahdata statistik selanjutnya.

 

 

 

Leave a Comment

*

Artikel Menarik lainnyaclose
Friend: tai iwin - Tai game android - tai youtube