Pro-Kontra Konverter Kit Bahan Bakar Gas (BBG)


Bahan-Bakar-GasMenyimak pemberitaan di media massa 1 minggu terakhir ini, pro-kontra konverter kit bahan bakar gas (BBG) adalah satu permasalahan yang menarik untuk dicermati. Sebelum kita menilai lebih jauh apakah kebijakan terkait pengurangan subsidi BBM yang akan mulai diberlakukan 1 April 2012, ada baiknya kita telaah dulu beberapa hal berikut:

Awal Mula hangatnya berita konverter kit BBG
Pada bulan April 2012 mendatang, pemerintah mulai menerapkan kebijakan untuk membatasi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium bersubsidi untuk kendaraan pribadi. Sementara, kendaraan umum diarahkan menggunakan Bahan Bakar Gas (BBG).

Dukungan BUMN untuk produksi konverter kit BBG
Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Dahlan Iskan mengungkapkan hasil yang diperoleh setelah rapat tentang kesiapan produksi Konverter Kit di Gedung PT Dirgantara Indonesia pada Kamis (12/1/11), “…beberapa BUMN menyatakan siap mendukung pembuatan konverter kit antara lain PT DI, PT Pindad, PT Boma Bisma Indra, PT Dok Perkapalan Surabaya, PT Inti, PT Krakatau Steel Tbk, PT Inka, dan PT Bharata Indonesia. Selain itu, terdapat delapan pabrikan swasta yang siap bekerjasama karena memiliki kemampuan membuat konverter kit itu,”

Menurut Project Manajer konverter kit BBG PT DI Andi, “…untuk memproduksi satu unit converter kit paling tidak dibutuhkan 15 line produksi diantaranya LPG/LGV Refueling Tank, LPG/LGV Refueling Port, Filter, Injector Rail, Multivalve, Regulator, Change Over Switch, Gas ECU.

Standardisasi Konverter Kit BBG
Terkait dengan standar konverter kit BBG, pemerintah sampai saat ini belum menentukan apakah akan mengkonversi BBM ke bentuk “CNG (Compressed Natural Gas) atau LGV (Liquid Gas for Vehicle). Menurut Direktur Aerostructure PT Dirgantara Indonesia, Andi Alisjahbana pihaknya akan segera membuatkan Standar Nasional Indonesia (SNI) konverter kit BBG yang selanjutnya SNI itu bisa diadopsi produsen-produsen lokal. Andi pun menyatakan bahwa yang penting dalam produksi konverter kit itu adalah bagaimana menyamakan kualitas pembuatan dari beberapa produsen sekaligus, karena material dan spesifikasi yang dibuat harus berkualitas tinggi.

Sebagai contoh, tabung konverter harus dapat menahan tekanan 200 bar CNG atau setara dengan 2.000 kali atmosfir, berarti berapa kali lipat dari tangki elpiji biasa. Hal ini tentu beresiko besar bagi penumpang mobil jika dibuat asal-asalan. Perlu juga diperhatikan bagaimana standar perawatan serta uji ketahanan mesin atas penggunaan konverter kit tersebut.

Penelitian dan Ujicoba Konverter Kit BBG
“Penelitian dan pengembangan konventer kit BBG telah dilakukan sejak tahun 2009,” kata Jayan Sentanuhady,Ketua Tim Penelitian Gas dari Universitas Gajah Mada (UGM).

Uji coba konverter kit ini telah dilakukan pula sebanyak 20 unit menurut keterangan yang disampaikan Menteri ESDM Jero Wacik di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian di Jakarta, Kamis (12/1/11). Jadi di mobil Pak Wamen ESDM sudah dipasang, terus juga mobil-mobil dinas pejabat juga dipasang. Tapi saya belum sempat pasang, mungkin secepatnya akan saya pasang,” katanya.

Prinsip Kerja Konverter Kit BBG
Bahan-Bakar-Gas2Cara kerja konverter kit BBG yang terpasang di mobil adalah dengan cara meletakkan sebuah tabung gas bertekanan 200 bar di jok belakang mobil, kemudian  disalurkan ke bagian mesin mobil.  Prinsipnya tenaga gas diubah menjadi tenaga bensin sewaktu mobil berjalan.

Kelebihan dan Kekurangan Konverter Kit BBG
Selain antisipasi pengalihan bahan bakar, pengunaan konventer bisa lebih ramah lingkungan karena emisi gas buangnya lebih bersih dari pada premium. Selain itu secara ekonomis pengunaan gas dapat menghemat 40-45 persen dibanding premium. Satu liter gas pengunaannya setara dengan satu liter premium dengan harga gas Rp3.100 atau lebih murah dari premium yang mencapai Rp4.500 perliter.

Pengamat perminyakan Priagung Rakhmanto menyatakan rencana pemberian konverter gratis untuk angkot di Jakarta dinilai tidak efektif. Priagung menuturkan, meski konverter tersebut diberikan cuma-cuma, hal tersebut belum tentu berhasil. “Kalau kemudian dibagikan, lalu terjadi kerusakan bagaimana? Bengkelnya tidak ada. Ini kan bukan biacara setahun dua tahun. Tapi jangka panjang,” jelasnya singkat. Menurutnya, kebijakan pemerintah ini hendaknya dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya kepada satu titik saja. “Kalau ingin BBM ke BBG harus dari hulu ke hilir. Misalnya dibicarakan juga dengan produsen mobil agar memproduksi mobil yang bisa berbahan bakar BBG,” tandasnya.

“Kalau Guru yang punya duit lebih buat beli mobil tapi tak mampu beli konverter kit minta bantuan bea siswa,” ujar Wakil Menteri ESDM, di bengkel PT Autogas, Bumi Serpong Damai, Kamis (12/1/2012).

Ada juga sejumlah orang yang menganggap wacana konverter kit BBG ini menjadi ajang mencari popularitas serta pencitraan sebagai pejabat yang kemudian dikait-kaitkan dengan isu pemilu 2014.

Sejumlah akademisi bahkan meragukan kompetensi PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dalam memproduksi konverter kit secara massal dalam setahun. Sebab katanya, produksi konverter kit membutuhkan waktu di atas 1 tahun. Akademisi UGM, Anggito Abimanyu mengatakan, konverter kit untuk 2012 tidak mungkin disediakan dalam negeri. Hasil kajian UGM (?) menunjukkan, produksi konverter kit dan pengujiannya membutuhkan waktu 1 tahun dengan estimasi harga konverter kit di bawah Rp10 juta. “Kesanggupan PT DI untuk menyediakan seluruh kebutuhan converter kit perlu dikonfirmasi ulang. Jangan-jangan konverter kit itu barang importasi yang hanya dikemas ulang,” tandas Anggito Abimanyu seusai konferensi pers Evaluasi Subsidi dan Kebijakan Pengurangan Subsidi BBM 1 April 2012 yang diadakan oleh Freedom Institute, di Jakarta, Jumat (13/1/12). “Pengembangan BBG memerlukan waktu yang cukup dan tidak bisa dipaksakan kepada BUMN yang bukan merupakan kompetensinya,” ujarnya.

Sementara, Dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), Jayan Sentanuhady mengaku tidak yakin dengan rencana akan di produksi masal prototype converter kit ini karena dia menilai sejauh ini belum ada industri dalam negeri yang berkonsentrasi untuk membuat spesimen mesin seperti ini.

Harga Konverter Kit BBG
Guna mendapatkan konverter kit, menurut menteri ESDM, pemilik kendaraan roda empat atau mobil harus merogoh kocek berkisar Rp 11 juta- Rp15 juta agar mobilnya dapat melaju menggunakan gas.

Bengkel Pemasangan dan Pemeliharaan Konverter Kit BBG
Menurut Ahmad Saichu, Project Manager Konverter Kit PT DI di bengkel PT DI, Bumi Serpong Damai, Kamis (12/1/2012), untuk 500 unit konverter kit, PT DI telah menyebar di dua daerah kota besar di Indonesia. 300 untuk di Jakarta dan 200 ada di Palembang. “Untuk program dekat ini, sebagian di Palembang sebanyak 200 unit dan 300 unit di Jakarta,” jelasnya. Mengenai bengkel yang menjual konverter kit sampai saat ini masih hanya ada di Tangerang, Bumi Serpong Damai. Melihat proses ke depannya, PT DI berencana mencari lokasi strategis untuk pendirian bengkel pemasangan konverter kit.

Jumlah Kebutuhan Konverter Kit BBG
Untuk mensukseskan program konversi BBM ke BBG, menurut Menteri ESDM Jero Wacik di Jakarta, Senin (9/1), “Kebutuhan konverter kit untuk angkutan umum di Jawa-Bali sebanyak 250 ribu,”. Pembagian ini akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun 2012, diawali dengan wilayah Jabodetabek, disusul wilayah Jawa-Bali lainnya. Bukan hanya membagikan secara cuma-cuma, namun pemerintah juga akan memberi layanan pemasangan gratis. “Untuk kendaraan umum kita berikan dan kita pasangkan secara gratis,” ujar Wacik.

Nah, tanggapan penulis sendiri sebagai masyawarakat awam dengan ramainya pemberitaan konverter kit BBG ini adalah tentunya pemerintah sebagai pengambil kebijakan yang diwakili oleh para pejabatnya perlu melihat aspirasi yang berkembang setelah wacana pengurangan subsidi BBM ini diberlakukan kemudian. Perihal pro kontra pasti lah ada, bahkan memang sudah seharusnya begitu, agar kebijakan akhir nantinya telah teruji dengan tanggapan baik dukungan ataupun yang meragukan. Penulis berharap, semoga apa pun nanti jadinya kebijakan yang akan diambil ini benar-benar akan memberikan dampak yang nyata bagi sebagian besar warga negara, bukan sekedar dimanfaatkan oleh para oportunis yang mengambil keuntungan dibalik besarnya potensi ekonomi yang ada dibalik kebijakan ini.

 

 

 

1 Comment

  1. edi susilo says:

    sebenarnya untuk mengkonversi bbm ke bbg menggunakan conventer kit tidak efektif dan juga kemahalan, tidak efektifnya karena masih menggunakan carburator aslinya (mobil non injeksi). Agar efektif yang harus dilakukan yakni ganti carbu asli dengan carbu bbg (saya ada disainnya) selain itu tabung gas cukup pakai tabung lpg 12 kg. Dengan instalasi yang cermat dijamin aman (lagian nggak perlu lebih dari 4 jt)

Leave a Comment

*

Artikel Menarik lainnyaclose
Friend: tai iwin - Tai game android - tai youtube