Masih penasaran dengan Masalah Validitas? Memenuhi banyaknya permintaan dan tanggapan atas beberapa tulisan sebelumnya mengenai pengolahan data statistik dan secara khusus meringkas kembali komentar dan pertanyaan yang kami terima. Semoga dengan kumpulan tanya jawab ini dapat menjawab dan membantu masalah yang ditemui dalam permasalahan validitas.
Sebelum anda mencari tahu jawaban atas permasalahan validitas yang anda hadapi, ada baiknya terlebih dahulu membaca kembali tulisan kami lainnya yang berhubungan dengan validitas ini, yaitu :
- Uji Instrumen Penelitian: Validitas dan Reliabilitas
- Cara Mudah Menghitung Validitas dengan Excel
- Cara Cepat & Mudah : Menghitung Validitas – Reliabilitas dengan SPSS
Artikel tanya-jawab masalah validitas ini, akan kami sesuaikan secara berkala dengan masukan dan tanggapan pembaca sekalian sehingga tetap bisa digunakan sebagai referensi atau rujukan dalam menyelesaikan permasalahan validitas yang sering digunakan pada karya tulis ilmiah seperti laporan, tugas akhir, skripsi, thesis, ataupun disertasi di berbagai bidang pengetahuan.
Pengertian Validitas
Menurut buku Encyclopedia of Educational Evaluation (Scarvia B. Anderson), “… A test is valid if it measures what it purpose to measure…. “. Sebuah tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur. Istilah valid dalam bahasa indonesia dapat diterjemahkan menjadi sahih.
Jenis Validitas
Pengukuran tes validitas dapat diketahui melalui hasil pemikiran dan pengalaman. Kedua hal inilah yang menjadi dasar pengelompokkan jenis validitas, yaitu :
- Validitas Logis (Logical Validity)
Validitas ini diperoleh dari hasil pemikiran. Validitas logis untuk sebuah instrumen evaluasi menunjukan pada kondisi bagi sebuah instrumen yang memenuhi persyaratan valid berdasarkan hasil penalaran. Terpenuhinya kondisi valid ini karena instrumen telah dirancang dengan baik, mengikuti teori dan ketentuan yang ada. Validitas logis mempunyai dua jenis validitas yaitu: validitas isi dan validitas konstruk.
Validitas isi dapat disusun berdasarkan kondisi dari isi materi pelajaran yang dievaluasi sedangkan validitas konstruk dicirikan menurut butir-butir soal yang membangun sebuah tes diukur berdasarkan aspek berpikir yang termuat dalam tujuan instruksional khusus. - Validitas Empiris (Empirical Validity)
Sebuah instrumen dikatakan memiliki validitas empiris apabila sudah diuji dari pengalaman. Berdasarkan kondisi parameter waktu, instrumen yang memiliki validitas empiris terbagi dua, yaitu: validitas yang sesuai dengan kriterium yang sudah ada disebut validitas “ada sekarang” (concurrent validity) dan kesesuaian dengan kriterium yang diprediksi akan terjadi (predictive validity).
Rumus Validitas
Rumus untuk menghitung validitas yang populer digunakan adalah menggunakan teknik korelasi product moment yang pada awalnya dikemukakan oleh Pearson. Rumus ini dapat dihitung dengan dua cara, yaitu :
- Korelasi dengan simpangan
- Korelasi dengan angka kasar
Uji-t dan nilai r kritis
Setelah hasil perhitungan korelasi diperoleh, kriteria yang sering digunakan untuk menentukan validitas dapat ditentukan dengan melalukan uji perbandingan berdasarkan uji-t atau r kritis.
- uji-t
Penentuan kriteria valid berdasarkan uji-t ini adalah dengan mencari nilai t hitung berdasarkan nilai korelasi dan kemudian dibandingkan dengan t tabel. Kriteria valid ditentukan berdasarkan syarat ; jika t hitung > t tabel, maka sebuah item atau soal pada instrumen adalah valid. Penjelasan lebih lanjut simak di tulisan menghitung validitas dengan excel. - nilai r kritis
Mirip dengan penentuan validitas berdasarkan uji-t, pada rumus ini nilai korelasi yang telah diperoleh menggunakan rumus product momen di bandingkan dengan r pada tabel harga kritis r product moment. Syaratnya adalah jika r product moment > r kritis, maka item atau soal pada instrumen dikatakan valid.
Hasil perhitungan tidak valid
Perhitungan validitas menggunakan rumusan dan kriteria manapun sebetulnya dapat dengan mudah kita lakukan. Perhitungan manual dengan kalkulator, menggunakan software MS Excel, ataupun Software khusus statistik seperti SPSS akan menghasilkan perhitungan yang sama selama data instrumen yang dihitung sama juga.
Permasalahan yang sering dihadapi oleh para peneliti dan penulis berkaitan dengan hasil perhitungan validitas adalah ketika diperoleh hasil perhitungan yang menunjukkan bahwa instrumen kita tidak sepenuhnya valid. Sangat sering ditemui bahwa dalam sebuah instrumen yang diuji terdapat beberapa butir soal atau item yang ternyata tidak valid. Lalu bagaimana solusi untuk permasalahan ini?
Beberapa alternatif solusi jika kita menghadapi hasil perhitungan yang tidak valid adalah;
- Dibuang. Wah sayang dong, hanya gara-gara beberpa item tidak valid, instrumen tidak bisa digunakan. Pengertian dibuang yang dimaksudkan disini sebetulnya adalah kita dapat membuang item atau soal yang tidak valid ini dan melanjutkan proses pembuatan karya tulis ilmiah dengan menggunakan soal-soal pada instrumen yang valid saja namun dengan syarat tertentu. Lalu apa syaratnya?
Kita bisa menggunakan soal-soal dan item yang valid dari hasil uji validitas atas instrumen jika memang semua indikator atau aspek pada penelitian kita masih terwakili oleh soal dan item dari instrumen penelitian yang telah dibuang soal yang tidak validnya.
- Diganti. Mengganti dan melakukan pengambilan ulang data untuk diuji validitas kembali. Hal ini merupakan bagian dari proses yang sebetulnya paling ideal jika ada item pada instrumen yang belum valid. Konsekuensi dari pilihan ini adalah waktu dan biaya yang memang harus dikeluarkan oleh peneliti. Sebuah riset atau penelitian yang benar dan menginginkan hasil yang akurat tentunya butuh proses.
- Modifikasi. Pilihan modifikasi sebetulnya menggabungkan dua pilihan sebelumnya yaitu membuang dan mengganti hasil perhitungan uji validitas yang telah dilakukan sebelumnya. Hanya saja prakteknya yang dilakukan adalah membuang data yang tidak valid dan mengganti data sehingga hasilnya valid. Berdasarkan pengalaman praktis penulis membantu klien; kendala waktu, biaya, dan pengalaman pilihan ini menjadi solusi praktis namun bukan merupakan pilihan yang paling benar secara ilmiah.
Artikel tanya-jawab masalah validitas ini tentunya belum bisa menjawab semua permasalahan, namun setidaknya bisa memberikan gambaran yang lebih lengkap dengan harapan mempermudah anda yang sedang berhadapan dengan masalah validitas. Semoga!
Referensi
1*) Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Suharsimi Arikunto, Bumi Aksara, 2009
2*) Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek, Suharsimi Arikunto, Rineka Cipta, 2002
3*) Aplikasi Statistika dalam Penelitian, Ating-Sambas, Pustaka Setia, Bandung, 2006

Yth.: Portal IG
Mas mau tanya
1) Apakah dalam menghitung valiiditas instrumen kuesioner untuk data jenis kelamin (pria-Wanita) dan tipe data jenis pekerjaan dihitung juga.
2) Bagaimana data diperlakukan jika hasil jawaban boleh memberikan labih dari satu jawaban
dan responden memilih 3 jawaban : ayam Rendang Cumi ( koding 1,2,3 misalnya) data ini diperlakukan bagaimana karena menggunakan excel satu responden variabel X makakan favorit hanya satu kolom sedangkan contoh diatas 3 jawaban=3 kolom.
contoh : jenis makanan yg disukai : ada 8 pilihan (berarti koding ada
Sekian mohon bantuan dan pencerahan Mas
Trima kasih