TBC Pembunuh No.1 Diantara Penyakit Menular

Topics: ,

Menurut data WHO, pada tahun 2009 lebih dari 2 miliar orang, sama dengan sepertiga warga dunia, terinfeksi basil TB. Jika tidak mendapat pengobatan, setiap orang dengan TB aktif dapat menularkan kepada rata-rata 10 sampai 15 orang setiap tahun.

 Apakah itu TBC?

TBC adalah penyakit menahun/kronis dan menular yang biasa menyerang paru-paru. Di Indonesia di antara 1000 penduduk, rata-rata 6 orang menderita TBC menular. TBC dapat dicegah melalui imunisasi BCG pada waktu bayi dan anak-anak. Jika seseorang menderita penyakit TBC, lebih cepat ia mendapat pengobatan, lebih besar kemungkinan untuk dapat segera sembuh.

Apakah Penyebab TBC?

TBC disebabkan oleh baksil mycobakterium Tuberkulosis (TBC). Karena kuman TBC ditularkan melalui udara, jika dalam satu keluarga terdapat salah seorang anggota keluarga yang mengidap penyakit ini, kemungkinan anggota keluarga lainpun akan tertular. Begitu pun jika Anda bertempat tinggal di lingkungan yang sama atau berada di ruangan yang sama dengan orang yang mengidap TBC, berarti Anda mempunyai risiko tertular penyakit tersebut. Anak-anak tidak menularkan ke orang lain, tetapi dia mendapat sumber infeksinya dari penderita TBC dewasa. Bakteri yang masuk dan terkumpul di dalam paru-paru akan berkembang biak (terutama pada orang dengan daya tahan tubuh yang rendah), dan dapat menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening.

INDONESIA ADALAH NEGARA KETIGA TERBESAR DENGAN MASALAH TBC DI DUNIA

Apa gejala penyakit TBC?

  • Batuk berdahak lebih dari 4 minggu Sesak waktu bernafas
  • Terdapat rasa sakit pada dada dan punggung atas
  • Panas ringan pada sore hari dan berkeringat pada malam hari
  • Demam selama lebih dari 2 minggu Berat badan turun
  • Batuk berdarah

 SEBAGIAN PENDERITA TBC BERUSIA PRODUKTIF (15-55 TAHUN)

Jika ada gejala-gejala TBC, periksakan diri Anda di rumah sakit atau sarana kesehatan lainnya.

 Bagaimana cara membuktikan TBC:

  •  Pemeriksaan laboratorium (darah, dahak, cairan otak).
  • Pemeriksaan Mantoux (Uji tuberkulin)
  • Pemeriksaan X-Ray (Rontgen dada)

 PENGOBATAN TBC MINIMAL 6 BULAN

Pengobatan TBC memerlukan waktu yang lama, 6-12 bulan, karena bakteri TBC dapat hidup berbulan-bulan walaupun sudah terkena obat tuberkuloststika (bakteri TBC memiliki daya tahan yang kuat). Walaupun gejala penyakit TBC sudah hilang, pengobatan tetap harus dilakukan sampai tuntas, karena bakteri TBC sebenarnya masih berada dalam keadaan aktif dan siap membentuk resistensi (pertahanan) terhadap obat. Kombinasi beberapa obat TBC diperlukan karena untuk menghadapi kuman TBC yang berada dalam berbagai stadium dan fase pertumbuhan yang cepat. Tetapi adakalanya terjadi kegagalan dalam pengobatan TBC.

Sebab-sebab kegagalan penanggulangan penyakit TBC:

  • Penderita dan keluarganya kurang memahami tentang lamanya pengobatan, yang biasanya memakan waktu cukup lama antara 1 hingga 2 tahun secara rutin.
  • Rasa sakit waktu disuntik dan skala penyuntikan yang terlalu sering sering kali membuat si penderita mengundurkan diri untuk diobati.
  • Si penderita merasa terlalu cepat sembuh, padahal pengobatan belum tuntas.
  • Alasan jarak puskesmas atau rumah sakit yang jauh.
  • Biaya pengobatan yang kurang terjangkau untuk sebagian orang.

Hal yang perlu diperhatikan, obat-obat TBC merupakan obat yang sangat toksik juga, oleh karena itu secara berkala pasien harus diperiksa fungsi hati dan ginjalnya, bahkan ada beberapa obat yang tidak boleh diberikan pada anak-anak.

Jika Anda menduga diri Anda menderita TBC, apa yang harus dilakukan?

  • Mintalah pertolongan dokter, puskesmas, atau mintalah penjelasan kepada kader kesehatan di daerah Anda. Jangan malu untuk menanyakan secara rinci kondisi kesehatan Anda. Para medis akan memberikan obat-obatan yang memadai untuk menghilangkan TBC pada tubuh Anda.
  • Disiplin memakan obat yang diresepkan oleh dokter.
  • Jaga asupan makanan sebaik mungkin. Banyak makan makanan yang kaya protein dan vitamin.
  • Istirahat dengan seimbang. Usahakan meluangkan waktu sebentar untuk beristirahat jika sudah lelah saat bekerja.

Jika saudara satu rumah Anda terkena TBC, apa yang Anda lakukan?

  •  Sebaiknya memeriksakan seluruh anggota keluarga untuk mengetahui apakah ada tertulari.
  • Anak-anak harus diberi vaksin TBC.
  • Penderita yang dinyatakan petugas medis terjangkit TBC, harus makan, minum, dan tidur terpisah dari anggota keluarga lain.
  • Penderita TBC harus berhati-hati dan selalu menutup mulut ketika batuk dan jangan sekali-sekali meludah di sembarang tempat.
  • Bawalah segera anak-anak jika ada gejala menderita TBC.
  • Pengobatan harus segera dilakukan dan rutin.

ORANG YANG TELAH SEMBUH DARI PENYAKIT TBC DAPAT TERJANGKIT KEMBALI!!!

Setelah sembuh dari penyakit TBC tidak ada kekebalan seumur hidup. Jadi bila kemudian tertular kembali oleh kuman TBC, maka orang tersebut dapat terjangkit kembali.

Flek di paru-paru pada anak merupakan gambaran dari TBC.

UNTUK MENCEGAH MELUASNYA PENYAKIT TBC, PERHATIKANLAH HAL-HAL BERIKUT:

  • Tutup mulut Anda waktu batuk/bersin
  • Jangan meludah di sembarang tempat
  • Tidur terpisah dengan anggota keluarga yang lain
  • Makanlah  makanan yang sehat dan seimbang
  • Jangan merokok
  • Cukup istirahat
  • Minum obat secara teratur
  • Olahraga secara teratur
Asian Brain

Komentar Anda via Facebook


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>