Tutorial Sablon (bag-2)

Topics: , , , , , ,

Tak lengkap rasanya konsep yang kita buat untuk membangun sebuah impian yang nyata tanpa adanya karya versi pertama. penulis juga ingin mengikuti nasehat tersebut, karena ada orang yang konsep nya bagus tapi aksi nya itu coman OMDO (omong doang, hanya pintar menganalisis. lihat iklan roko mild yang baru – talk less do more) …. udah ..udah nanti ada yang kesindir :)

Penulis juga tidak merasa bangga-bangga amat dengan adanya karya yang dicantumkan, minimal kalo berbicara mengenai tentang pernah sablon? oh pernah nih hasilnya ….. (walaupun belum sebagus hasil desain distro). penulis mengajak kepada  akang teteh yang ingin mengetahui tentang dunia sablon ….. penasaran kan  …. penulis berikan kisi-kisinya —–

Penulis IG Computer sharing mengenai susunan (daftar isi) langkah-langkah apa aja supaya tersusun kita masuk dalam dunia sablon, walaupun sebelumnya penulis telah sharing di (sablon bag 1). untuk lebih mengenal apa aja yang standar di gunakan oleh teman-teman dari kelas sablon …. selamat membaca dan berkarya :

Mengenal cetak sablon

  • Sekilas cetak sablon
  • Sejarah cetak sablon
  • Prospek usaha cetak sablon
  • Alat sablon
  • Bahan-bahan sablon
  • Persiapan menyablon
  • Menyablon kertas
  • Sablon 1 warna(Monocolour)
  • Sablon lebih dari satu warna (multicolour)
  • Menyablon tekstil
  • Menyablon plastik
  • Menyablon gelas (mug)
  • Menyablon kayu dan logam
  • tips dan trik

sambil berlatih penulis memmberikan beberapa tips ketika menyablon

A.    Menyablon

SEBELUM menyablonkan tinta, terlebih dahulu cobalah pada bahan atau objek cetak percobaan. Sebab, tidak jarang kegagalan menyablon kerap terjadi karena kekentalan tinta yang tidak tepat. Jika terlalu encer, ketika disablonkan, tinta akan meleber dan gambar tidak tercetak dengan baik. Jika terlalu kental, tinta akan cepat kering. Akibatnya, pori-pori screen tidak dapat mengalirkan tinta karena tertutup oleh tinta yang mengering. Tidak jarang, pada penyaputan berikutnya tinta akan macet dan gambar tidak dapat tercetak dengan baik.

Dengan menggunakan objek cetak percobaan, kita akan terhindar dari risiko kegagalan menyablon. Selain itu, dengan mencoba-coba terlebih dahulu, kita dapat mengatur ulang perbandingan antara tinta dan pengencernya sampai kekentalannya tepat. Dengan demikian, gambar sablon akan tercetak dengan baik pada benda yang diinginkan.

Mengatasi tinta yang macet pada layar screen cukup dengan mencairkan tinta dengan menggunakan pengencernya. Caranya, gosokkan bahan kaus yang telah dibasahi pengencer ke layar screen. Lakukan hal ini hingga layar screen dapat ditembus oleh tinta kembali.

B.     Merawat dan Menyimpan Screen

  • Selesai penyablonan, usahakan screen segera dicuci dan disimpan dalam keadaan bersih dan kering. Screen yang kotor oleh tinta sisa sablon, jika dibiarkan terlalu lama menempel, akan mengerak dan sulit dihapus.
  • Atur penyimpanan screen dalam posisi berdiri secara berurutan dari ukuran bingkai terbesar hingga terkecil. Cara ini dilakukan untuk memudahkan kita saat akan menggunakan kembali. Selain itu, untuk mencegah persinggungan langsung kain screen yang besar dengan bingkai screen yang kecil.
  • Jika tidak ada kardus pembungkus, selipkan karton yang tebal di antara screen satu dan screen lainnya.
  • Gantung pewangi lemari atau kapur barus untuk menghindari gangguan serangga seperti kecoak. Kotoran kecoak yang menempel pada kain screen dapat merusak screen.

C.     Merawat dan Menyimpan Rakel

  • Selesai penyablonan, usahakan rakel segera dibersihkan dan disimpan. Rakelyang kotor oleh tinta sisa sablon, jika dibiarkan terlalu lama menempel, akan mengerak dan sulit dibersihkan.
  • Simpan rakel dengan posisi karet rakel ke arah atas. Posisi ini tidak akan merusak karet rakel.

D. Merawat dan Menyimpan Tinta

  • Tutup rapat wadah tinta setelah selesai digunakan. Tujuannya, untuk menjaga tinta agar tidak kering.
  • Usahakan tinta ditaruh di tempat yang tidak terkena panas secara berlebihan, karena bisa merusak tinta. Untuk itu, penempatan tinta hendaknya menggunakan rak pada suhu kamar, yakni sekitar 27 °C.

semua yang di atas hanyalah ringkasan yang detailnya bisa di lihat di google

salam

penulis

 

Asian Brain

Komentar Anda via Facebook


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>